Apa Jenis Belajar Mu ?

    Author: Randy Oktaran Genre: »
    Rating

    jenis-jenis belajar

    Assalamualaikum wr.wb. Good Afternoon, hello all Mr.galau friend, How are you there? Semoga dalam keadaan sehat wal afiat tak kurang satu apapun. Nah jika sebelumnya mister telah mempublish 3 game pertama mister yakni Fruitables, Animaze dan Joblace. Hemm, bagi yang udah download trial nya gimana? apa cukup memuaskan? Yah namanya juga game untuk Children emang dibikin sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami oleh mereka. Untuk selanjutnya, Mister akan mempublish game-game lainnya untuk mata pelajaran lainnya dari children hingga Sekolah menengah atas. Berhubung mister masih ngumpulin dana buat beli PC, jadinya rencana itu sedikit tertunda. Doakan saja ya ada para donatur yang baik hati yang mau membantu mister dalam mengembangkan game edukasi ini lebih baik lagi. Sehingga kekurangan-kekurangan di game-game sebelumnya dapat mister atasi dan lebih unggul.

    By the way, kali ini mister akan mengajak teman-teman untuk mengenali jenis belajar apa yang biasanya di lakukan. Belajar itu adalah salah satu ibadah, begitu kataNya. Bahkan Rasul pun berkata, Belajarlah sejak dari dalam ayunan (bayi) hingga ke liang Lahat (meninggal dunia). Saking pentingnya belajar, bahkan dalam alquran Allah SWT pun mengatakan dalam satu ayatnya, orang-orang yang berilmu itu ditinggikan satu derajat dari yang lainnya. Nah, terkadang secara tidak sadar,dalam kehidupan kita sudah terpola untuk belajar sesuatu dengan satu pola yang sama atau dengan beberapa jenis belajar. Nah berdasarkan materi mata kuliah belajar dan pembelajaran yang mister dapatkan di semester 3 dulu, mister ingin sharing mengenai beberapa jenis belajar dan karakteristiknya. Disimak ya


    1). Jenis Belajar Bagian (part learning, fractioned learning)

    Jenis belajar ini sama maksudnya dengan pribahasa "sedikit demi sedikit lama lama menjadi duit bukit". Umumnya belajar bagian dilakukan oleh seseorang bila ia dihadapkan pada materi belajar yang bersifat luas atau ekstensif, misalnya mempelajari sajak ataupun gerakan-gerakan motoris seperti bermain silat. Dalam hal ini individu memecahkan seluruh materi pelajaran menjadi bagian-bagian yang satu sama lain berdiri sendiri. Sebagai lawan dari cara belajar bagian adalah cara belajar keseluruhan atau belajar global. jika kita kaitkan dengan pelajaran Bahasa indonesia, kita bisa analogikan dengan paragraf Induktif, yang mana kalimat umum atau kalimat utamanya berada di Akhir.


    2). Jenis Belajar Dengan Wawasan (learning by insight)

    Konsep belajar wawasan diperkenalkan oleh W.Kohler, salah seorang tokoh psikologi Gestalt pada permulaan tahun 1971. Sebagai suatu konsep, wawasan (insight) ini merupakan pokok utama dalam pembicaraan psikologi belajar dan proses berfikir. Menurut G Stalt teori wawasan merupakan proses mereorganisasikan pola-pola tingkah laku yang telah terbentuk menjadi suatu tingkah laku yang ada hubungannya dengan penyelesaian suatu persoalan. Bingungkan bahasanya? wkwkw, Yuk mari kita sederhanakan, maksudnya, belajar dengan wawasan adalah menggunakan wawasan dari ilmu lainnya untuk memahami pelajaran atau hal lainnya. Misalnya, Pelajaran Bahasa inggris yang kita kuasai untuk memahami dan menguasai ilmu /materi Komputer serta ilmu lainnya. Nah begitulah kira-kira.

    3). Jenis Belajar dengan diskriminatif (discriminative learning)

    Jenis belajar satu ini tidak ada sangkut pautnya dengan Politik "Apherteid", atau membedakan kulit hitam dan putih,hehe. Belajar diskriminatif diartikan sebagai suatu usaha untuk memilih dan memilah beberapa sifat situasi dan kemudian menjadikannya sebagai pedoman dalam bertingkah laku. Dengan pengertian ini maka dalam eksperimen, subyek diminta untuk berespon secara berbeda-beda terhadap stimulus yang berlainan. Dengan kata lain, dengan belajar secara diskriminatif, kita akan mampu membuat prioritas mana yang mudah dipahami, dan mana yang membutuhkan kiat khusus untuk dipahami dan dipelajari.

    4). Jenis belajar global atau keseluruhan (Global Whole learning)

    Jenis belajar ini lawan dari belajar bagian diatas point ke 1. Jika dianalogikan, Belajar secara keseluruhan bagaikan paragraf deduktif, yakni UMUM-KHUSUS. Disini bahan pelajaran dipelajari secara keseluruhan berulang sampai pelajar menguasainya. Metode belajar keseluruhan sering juga disebut metode Gestalt. Belajar Global yang nyata adalah contohnya Pelajaran Bahasa inggris #bukan berarti karena mister ngajar itu ya. Dalam pelajaran bahasa inggris di sekolah dasar hingga SMA, kita hanya akan mendapatkan pelajaran bahasa inggris itu di satu mata pelajaran saja. Tetapi, jika kalian mengambil kuliah jurusan bahasa inggris, barulah kalian akan mempelajari bahasa inggris secara terperinci, alias lebih dari 1 mata kuliah.

    5). Jenis belajar insidental (incidental learning)

    Belajar karena insidental bukan berarti karena kecelakaan fisik semata, tapi juga karena pengalaman. Konsep belajar insidental ini bertentangan dengan anggapan bahwa belajar itu selalu berarah – tujuan . Sebab dalam belajar incidental pada individu tidak ada sama sekali kehendak untuk belajar. Atas dasar ini maka untukkepentingan penelitian disusun perumusan operasional sebagai berikut: belajar disebut incidental bila tidak ada instruksi atau petunjuk yang diberikan pada individu mengenai materi belajar yanang akan diujikan. Dalam kehidupan sehari-hari, belajar incidental ini merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu diantara para ahli belajar incidental ini merupakan bahan pembicaraan yang menarik.

    Bingung kan dengan kalimat buku? maksud dari kalimat diatas adalah secara sederhana, ketika kita mengalami sesuatu, otak kita akan merekamnya, sebagai contoh, waktu kecil kita tidak tau api itu panas, dikarenakan anak kecil itu rasa ingin tahunya amat sangat tinggi, maka ia akan mencoba memegangnya. Tentu saja ia akan terkejut dan merasakan panas untuk pertama kalinya dari api. Nah dari kejadian itu dia akan tahu bahwa Api itu memang panas. Belajar insidental juga bisa berasal dari pengalaman orang lain yang dapat menjadi pelajaran bagi kita.

    6). Jenis belajar dengan instrumental (instrumental learning)

    Pada Jenis belajar instrumental, reaksi-reaksi seorang siswa yang diperlihatkan diikuti oleh tanda-tanda yang mengarah pada apakah siswa tersebut akan mendapat hadiah, hukuman, berhasil atau gagal. Olehkarena itu, cepat atau lambatnya seorang belajar dapat diatur dengan jalan memberikan penguat atas dasar tingkat-tingkat kebutuhan. Dala hal ini maka salah satu bentuk belajar instrumental yang khusus adalah pembentukan tingkah laku.

    7). Jenis belajar intensional (intentional learning)

    Maksud dari belajar intensional adalah, mempelajari sesuatu dengan sungguh-sungguh dengan penuh minat dan passion dikarenakan kita menyukai atau menggemari pelajaran itu. Kita ambil contoh nyata adalah para ilmuwan dulu yang banyak menemukan barang-barang yang saat ini kita gunakan. Apakah mereka berhasil dalam percobaan pertama? Tidak, mereka mungkin mencoba puluhan hingga ratusan kali sampai mereka menemukan jawaban dari rasa ingin tahu mereka. Jika saja mereka tidak intensif, barangkali jika mereka menemukan sesuatu , misalnya Thomas Alva Edison menemukan Bohlam di percobaan ke-100, jika ia sudah putus asa di percobaan ke-99, mungkin kini kita masih belum menemukan arti terang dari bola lampu yang ia temukan.


    8). Jenis belajar Laten (latent learning)

    Dalam belajar laten, perubahan-perubahan tingkah laku tidak terjadi secara segera dan oleh karena itu disebut laten. Belajar laten biasanya terjadi pada pola tingkah laku dan kebiasaan. Semisal untuk membuat seorang anak bangun pagi, mereka harus dibiasakan dibangunkan. Kemudian, lama-lama mereka akan terbiasa bangun di pagi hari. Ahh mungkin kurang pas contohnya, ada yang bisa mencontohkan lagi?

    9). Jenis belajar Mental (mental Learning)

    Perubahan kemungkinan tingkah laku yang terjadi disini tidak nyata terlihat, melainkan hanya berupa proses kognitif karena ada bahan yang dipelajari. Ada tidaknya belajar mental ini sangat jelas terlihat pada tugas-tugas yang sifatnya motoris. Sehingga perumusan operasional juga menjadi sangat berbeda. Ada yang mengartikan belajar mental sebagai belajar dengan cara melakukan observasi.

    10). Jenis Belajar Verbal (Verbal Learning)

    Belajar verbal adalah belajar mengenai materi verbal dengan melalui ingatan dan latihan. Dasar dari belajar verbal diperlihatkan dalam eksperimen klasik dari ebinghaus. Belajar verbal sangat efektif untuk mempelajari suatu bahasa atau memahami bahasa secara mendalam. Sebagai contoh pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris


    Panjang juga ya penjelasannya?. Semua jenis belajar itu baik dan bermanfaat tergantung dari situasi dan kondisinya. Nah sekarang sudah taukan beberapa jenis belajar, nah kira-kira jenis belajarmu apa?. Yuk sharing di kotak komentar.Sampai jumpa lagi di pertemuan selanjutnya ya.

    2 Celotehan Siswa.

    1. banyak macam ya jenis belajar

    2. @teguh Yoi guh banyak macamnya ehehe

    Siswa Mister Say: